Loeke Coffee

Pada tahun 1894, Joseph M. Walsh dalam bukunya yang diterbitkan di Philadelphia, menceritakan secara singkat tentang kopi Luwak. Walsh menyebut Luwak sebagai small species of "tiger-cat Java" yang pandai memanjat pohon. Dan tentang kopi luwak dia mendekripsikan sebagai berikut: "The bean is large and bold, but whitish in color, heavy, round and ...

Pada tahun 1894, Joseph M. Walsh dalam bukunya yang diterbitkan di Philadelphia, menceritakan secara singkat tentang kopi Luwak. Walsh menyebut Luwak sebagai small species of "tiger-cat Java" yang pandai memanjat pohon. Dan tentang kopi luwak dia mendekripsikan sebagai berikut: "The bean is large and bold, but whitish in color, heavy, round and creamy in body, exceedingly fragrant and aromatic in flavor and not excelled by that of any coffee grown or known to commerce."

        Apakah Walsh pernah mencoba untuk meminum kopi luwak? Kita tidak memiliki jawabannya. Tetapi yang dapat dipastikan, kisah "kesempurnaan" cita-rasa kopi luwak, jelas telah menjadi legenda sebelum Walsh menulisnya.

        Dalam industri kopi modern, kopi luwak yang dikumpulkan dari alam dan diproses dengan baik, memang memenuhi semua kriteria sebagai kopi yang sempurna bagi cupper profesional maupun connoisseur. Karakteristik kopi ini secara organoleptik, memiliki kombinasi yang harmonis dari semua elemen, tanpa ada dominasi salah satu elemen pun, sehingga memberi sensasi lengkap dan balance. Pujian yang diberikan Walsh, bukanlah omong kosong.

        Apa yang membuat kopi luwak menjadi begitu bagus? Walsh sudah mengerti "rahasia kecil" tersebut. Dia menjelaskan apa yang dilakukan oleh tiger-cat Java itu: "... climbing the trees, selects the ripest and richest of the berries, feed on them, swallowing both pulp and beans, latter being left in the jungle ....". Kutipan dari tulisan Walsh itu hampir identik dengan kaidah dasar terkini dalam pengolahan kopi untuk menghasilkan kopi yang sempurna. Memilih buah yang benar matang, merambang untuk menyortir buah kopi, melakukan depulping dengan segera, dan dilanjutkan dengan proses perendaman di bak fermentasi. Luwak melakukan prosedur serupa, dalam skala mikro yang sempurna. Namun dengan tambahan satu catatan, luwak dengan nalurinya pasti merupakan pemilih dan pemetik kopi terbaik di dunia.

        Loeke Coffee dari Java Qahwa berasal dari buah kopi dimakan oleh luwak liar. Biji kopi tersebut dikumpulkan oleh para petani dari area sekitar kebun kopi. Secara kuantitas, kopi ini tidak banyak. Namun secara kualitas, karakter Loeke Coffee dapat mewakili apa yang dikatakan oleh Walsh: "... exceedingly fragrant and aromatic in flavor and not excelled by that of any coffee grown or known to commerce."

More

Loeke Coffee There are 3 products.

Showing 1 - 3 of 3 items
  • Rp‎ 0

    This coffee has all the characteristic of “ordinary” Gayo coffee, but mild-medium intensity and more complex. The body is slightly heavy and has syrupy texture. There is slight cedar with long echoing zesty clove note and very dark caramelized sugar in finish.

    Rp‎ 0
    Add to cart
    Out of stock
  • Rp‎ 0

    This coffee is intensionally roasted at medium level to keep and give a full, clear and substantial aroma and taste. This Kopi Luwak has all the characteristics of the “ordinary” Sidikalang Arabica, but less pungent and heavier flavor. The body is slightly heavy, syrupy and very smooth. There is uncommon sweet aroma of vanilla and honey. Taste is very...

    Rp‎ 0
    Add to cart
    Out of stock
  • Rp‎ 0

    The dry fragrance of this exceptionally good coffee has tropical fruit aroma laced with roasted nuts & herby tone, delicate sweet sensation odor of maple, coffee pulp & caramel in the upper tone. Naturally balanced with smooth, rich flavor & it fragrance of Begonia. A medium syrupy bodied with enough brightness to make an outstanding cup with...

    Rp‎ 0
    Add to cart
    Out of stock
Showing 1 - 3 of 3 items